Powered By Blogger

Senin, 24 Oktober 2011

peri bahasa

Takkan lari Nunung dikejar
‘si Nunung diikat di pohon’

Air susu dibalas dengan Air Mail
‘tukang susu surat-suratan sama tukang pos’

Sambil menyelam buang air
‘penyelam yang jorok’

Ma’ lu bertanya, Ma’ gue yang jawab
‘emak lu dan emak gue main tebak2an’

Wong ompong nyaring bunyinya
‘artis Leila Sari’
Ke bukit sama mendaki, ke lurah bikin KTP
‘kantor kelurahannya di atas bukit’
Nasir sudah menjadi tukang bubur
‘si Nasir alih profesi, dulunya tukang siomay’
Ada ubi, ada talas, ada pisang rebus…
‘tukang bajigur’
Tak ada gading yang tak retak
‘Mal Kelapa Gading walaupun bagus, temboknya pasti ada yang retak’
Alon-alon asal kelakson
‘naik sepeda mini’
Karena nila setitik rusak susu sebelahnya
nach lho kog bisa……………..
Cepat kaki, ringan tangan
‘atlet lari maraton’
Tak ada rotan Raam Punjabi
‘judul sinetron baru di RCTI’
Maksud hati memeluk Nunung apa daya gaji tak sampai
‘si Nunung matre’
Buruk di muka cermin diBella Saphira. Artinya Ada orang jelek yang suka minjem cermin ama Bella Saphira
Lain padang lain belalang, lain lubuk lain Ike Nurjannah. Artinya, yang suka main sungai di Padang dan nyari belalang itu bukan Ike Nurjannah.
Berdiri sama tinggi, duduk sama Marshanda. Artinya, gue sama Marshanda berdua naik bus.”
Banyak jalan menuju Rhoma Irama. Artinya, rumah Rhoma Irama ada di simpang empat
Anjing menggonggong kafilah berLaluna. Artinya, sewaktu anjing menggonggong para kafilah berjoget-joget menonton Laluna menyanyi.
Gajah mati meninggalkan Andien. Artinya, dulunya Andien memelihara gajah, tapi sekarang udah mati.
Ada udang di balik Ratu. Artinya Ratu buka usaha bisnis tambak udang secara diam-diam.”
Kalah jadi abu, menang jadi Anang Hermansyah. Artinya Anang Hermansyah menang main tanah sama temannya.”
Sambil menyelam minum Ari Lasso. Artinya, Ari Lasso buka usaha bikin minuman khusus untuk para penyelam.


8 Cara Berpikir yang Rentan Memicu Stres

 
Jakarta, Di lingkungan sehari-hari, pemicu stres dari luar sangat mudah ditemui misalnya jalanan macet dan bertemu dengan rekan kerja yang menyebalkan. Namun kadang-kadang pemicu stres juga bisa datang dari berbagai cara berpikir yang tidak sehat, 8 di antaranya adalah sebagai berikut.

"Pikiran-pikiran ini terekam dalam cortex prefrontal, bagian yang sangat berperan dalam menentukan pilihan. Jika bertumpuk-tumpuk akan menyebabkan orang tidak bahagia," ungkap Dr Taufiq Pasiak, MKes, MPd, Sekretaris Jendral Indonesia Neuroscience Society dalam seminar Peran Neurosains dalam Mengembangkan Generasi Muda Bangsa Berkarakter di Menara Peninsula, Senin (24/10/2011).

Delapan cara berpikir yang tidak sehat dan potensial memicu stres seperti yang dimaksud Dr Taufiq adalah sebagai berikut.

1. Should/Must Thingking
Yakni cara berpikir yang cenderung kaku, harus begini dan harus begitu. Akibatnya ketika ada sesuatu yang berjalan tidak sebagaimana harusnya, pikirannya akan mulai kalut lalu stres dan tidak bahagia.

2. Overgeneralization
Bagi orang yang menggunakan cara berpikir overgeneralisasi, satu kali berbuat salah akan membuatnya patah semangat dan merasa seolah-olah tidak berguna. Contohnya, "Saya selalu bermaksud baik, tetapi selalu saja salah".

3. Magnification/minimation
Setiap kali ada yang tidak beres, kesalahan selalu ditimpakan pada dirinya sendiri. Ciri-ciri orang dengan cara berpikir seperti ini adalah sering mengatakan, "Kerusakan ini pasti karena saya".

4. Personalization
Kebencian pribadi pada seseorang sering terbawa-bawa, terutama bagi orang-orang yang selalu mengaitkan segala hal dengan hubungan personalnya dengan orang lain. Entah ada hubungannya atau tidak, orang dengan pola pikir seperti ini akan mengatakan, "Dia yang bertanggung jawab atas kesialan saya ini".

5. Mind Reading
Seseorang dengan kemampuan komunikasi yang buruk cenderung suka menebak-nebak pikiran orang lain dan celakanya kadang yang tertangkap adalah pikiran negatif. Misalnya ,"Dia mengacuhkan saya. Pasti dia tidak suka sama saya".

6. Fortune Telling
Orang-orang dengan cara berpikir seperti ini selalu dibayangi oleh pikirannya sendiri. Segala sesuatu saling dikaitkan dengan praduga-praduga, misalnya, "Saya tidak cocok dengan pekerjaan ini. Ini buktinya".

7. Authotative Source
Orang-orang yang tidak punya pendirian cenderung punya cara berpikir Authotative Source. Segala sesuatu yang dianggap benar selalu dibandingkan dengan pendapat orang lain misalnya, "Ini tidak mungkin salah karena sudah disampaikan menteri/kiai".

8. Emotional Reasoning
Orang dengan cara berpikir seperti ini selalu berusaha melihat hubungan antar hal secara logis, namun dalam pelaksanaannya sangat didominasi faktor emosional sehingga tidak selalu logis.